Demam Karena DBD

Demam Karena DBD bisa menjadi gejala dari penyakit serius, seperti demam berdarah . Namun bila demam baru berlangsung satu hari, sulit membedakan antara demam berdarah dengan demam karena penyakit lain, seperti influenza, sakit tenggorokan atau tifus, karena gejalanya mirip.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demam pada anak bisa dicurigai DBD jika :

1. Demam yang terjadi secara mendadak dan tinggi selama 2 hingga 7 hari.

2. Ada gejala pendarahan, mislanya bintik-bintik merah dikulit yang tidak hilang meski kulit diregangkan, gusi berdarah, mimisan dan tinja berdarah. Bintik-bintik merah dikulit bisa muncul sendiri atau dibuat muncul dengan uji bendung. Uji ini dilakukan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang digembungkan di seputar lengan hingga pembuluh darah tertekan. Bila positif akan muncul bintik-bintik merah.

3. Ada pembesaran hati (organ hati membesar saat dilakukan perabaan)

4. Terjadi syok, denyut nadi melemah dan cepat, tekanan darah turun, anak gelisah, tangan dan kaki dingin.

5. Pemeriksaan laboratorium trombosit turun dan terjadi kenaikan kekentalan darah. Trombosit kurang dari 100.000/ul dan hematokrit meningkat 20% dari normal.

Pemeriksaan trombosit dan hematokrit merupakan tes awal sederhana yang bisa membuat kita curiga adanya demam berdarah seperti mimisan, gusi berdarah, dan sebagainya. Jumlah trombosit normal adalah 150-200.000/ ul . Trombosit yang turun bisa karena penyakit lain seperti campak, demam chikungunya, infeksi bakteri seperti tifus, dan lain-lain. Pada demam berdarah, trombosit baru turun setelah 2-4 hari.

Hematokrit menunjukkan peningkatan pada penderita DBD. Untuk anak Indonesia, nilai hematokrit normal sekitar 37-43%. Hematokrit yang meningkat merupakan hal yang penting, karena dapat membedakan DBD dengan infeksi virus lain. Namun, perlu pemeriksaan yang lebih khusus seperti menemukan virus dengue, atau uji reaksi antibodi dan antigen untuk menentukan demam berdarah.

Pemeriksaan darah yang dilakukan terlalu dini (misalnya demam baru satu hari) belum bisa memperkirakan, apakah anak kena DBD. Bila demam telah berlansung 3-4 hari , barulang hematokrit meningkat dan trombosit menurun. Kadang pemeriksaan ditambah dengan tes Widal untuk menyingkirkan tifus.

Anak yang baru demam 1 hari tidak perlu dirawat dirumah sakit. Orangtua cukup membantu cukup  memantau perkemabangan penyakit anak dirumah. Anak perlu minum banyak dan suhu badan terus dipantau. Biasanya dokter akan meminta orangtua datang lagi, jika setelah 3 hari demam tidak reda.

Akan dilakukan pemeriksaan hemoglobin, trombosit, dan hematokrit. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, anak harus masuk rumah sakit. Apalagi kalau sudah 3 hari demam tidak turun, atau muncul gejala demam berdarah seperti mimisan, gusi berdarah, muntah, lemah, dan gelisah.

Penyebab Penyakit Demam karena DBD

Air yang menggenang dalam bak kamar mandi yang ditak dikuras atau tidak pernah diganti bisa menjadi salah satu penyebab bersarangnya nyamuk aedes aegypti. Nyamuk jenis ini sangat suka dengan genangan air terutama genangan air yang bersih. Banyaknya tempat penyimpanan air atau penampungan air yang tidak ditututp. Penyimpanan air yang dimaksud adalah penyimpanan yang sering anda gunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti gentong air, bak mandi, dan tempat penyimpanan air lainnya yang ada di dalam rumah anda.

Apabila penyimpanan air yang ada disekitar rumah anda tidak ditutup, nyamuk Aedes aegypti bisa bersarang dan bertelur di dalam penampungan tersebut, sehingga perkembangan nyamuk jenis ini bisa meningkat dengan sangat cepat. Salah satu penyebab penyakit demam berdarah ini adalah genangan air yang terjadi di got. Got yang tidak lancar dan terdapat genangan air, sangat berpotensi untuk menjadi tempat perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti.

Sangat perlu untuk waspada jika anda mengalami panas yang tinggi dan berkepanjangan (lebih dari satu hari) dan tidak sembuh juga setelah minum obat penurun panas. Lalu trombosit anda di bawah ambang normal. Bisa jadi demam yang anda alami adalah demam karena DBD yang menyerang anda yang harus segera opname di rumah sakit terdekat.

Pencegahan Penyakit DBD

Pencegahan untuk penyakit ini dapat dilakukan di sekitar rumah atau lingkungan sekitar. Berikut beberapa cara atau langkah yang dapat anda lakukan untuk mencegah demam karena DBD :

  • Melakukan gerakan 3 M yaitu Menguras, tempat penampungan air secara rutin seperti bak mandi atau kolam. Sebab bisa mengurangi perkembangbiakan dari nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Atau dapat juga anda memasukkan beberapa ikan kecil ke dalam bak mandi anda untuk memakan jentik-jentik nyamuk yang ada di dalam bak mandi anda. Menutup, tempat-tempat penampungan air. Jika anda telah selesai melakukan aktifitas dengan yang berhubungan dengan tempat air sebaiknya anda menutupnya, agar nyamuk yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah ini tidak bisa meletakkan telurnya ke dalam tempat penampungan air dalam rumah anda. Mengubur, barang-barang yang sudah tidak terpakai yang dapat memungkinkanterjadinya genangan air disekitar rumah anda.
  • Gunakan obat nyamuk oles atau obat nyamuk bakar untuk melindungi anda dan keluarga dari gigitan nyamuk penyebab penyakit demam karena DBD baik di siang hari ataupun di malam hari ketika anda tidur.
  • Cara alami yang dapat anda gunakan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah adalah dengan meletakkan tanaman tulasi di dekat jendela rumah anda. Perlu anda ketahui bahwa tanaman ini memiliki beberapa sifat yang mampu digunakan untuk mencegah perkembah biakan dari nyamuk tersebut.

Demam Karena DBD


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Demam Berdarah dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Demam Berdarah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *