Deteksi Dini DBD

Deteksi Dini DBD dapat dilihat dari gejala yang muncul. Demam dengue adalah penyakit yang disebabkan virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi terutama Aedes Aegypti. 

Demam berdarah dengue merupakan demam virus akut yang umumnya disertai sakit kepala, nyeri otot sendi atau tulang, ruam, gejala-gejala penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).

Deteksi Dini DBD

Dengue haerrhagic fever (DHF) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah demam dengue yang ditunjukkan dengan gejala klinis utama : demam tinggi, fenomena pendarahan, sering dengan pembesaran hati, dan pada beberapa kasus yang parah ditandai dengan gangguan sirkulasi.

Infeksi virus dengue dengan manifestasi klinis yang berat dapat berkembang manjadi penurunan volume cairan sirkulasi/plasma dalam tubuh (hipovolemia) yang disebabkan pendarahan plasma yang disebut dengue shock syndrome (DSS).

Infeksi virus dengue dapat menyebabkan manifestasi klinis yang bervariasi mulai dari asimtomik/ tanpa gejala sampai manifestasi klinis yang berat yang mengakibatkan kematian. Demam dengue merupakan manifestasi klinis yang ringan, sedangkan DBD dan DSS merupakan manifestasi klinis yang berat. Jika terdapat gejala infeksi virus dengue segera lakukan pemeriksaan penyakit demam berdarah laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi virus dengue tersebut.

Diagnosis untuk Deteksi Dini DBD

Tanda peringatan atau tanda untuk Deteksi Dini penyakit DBD yang biasanya akan tampak sebelum penyakit dengue yang muncul menjadi semakin parah. Tes tourniquet sangat bergunaka untuk anda yang positif menderita penyakit demam berdarah apabila tes laboratorium yang anda pilih tidak dapat dilakukan. Untuk anda yang akan melakukan deteksi dini DBD dengan melakukan tes tourniquet untuk pelayanan kesehatan yang sudah profesional akan menbebankan alat pengukur tekanan darah di lengan pasien selama kurang lebih 5 menit. Petugas kesehatan yang menangani tes tourniquet anda tersebut akan menghitung bintik-bintik merah kecil yang muncul pada kulit pasien penderita penyakit demam berdarah. Cara deteksi dini DBD dengan cara ini akan terlihat apabila terlihat jimlah bintik yang semakin banyak muncul pada kulit penderita demam berdarah. Termasuk hal yang sulit untuk membedakan antara demam berdarah dengue atau penyakit cikungunya. Penyakit cikungunya adalah infeksi firus yang mirip dan memiliki banyak gejala yang sama dengan penyakit dengue dan mungkin akan terjadi di wilayah yang sama di dunia. Untuk melakukan deteksi dini DBD perlu hati-hati karena penyakit demam berdarah ini memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit lainnya seperti malaria, leptospirosis, demam tifoid, dan penyakit meningkokus. Sering terjadi sebelum seseorang terdiagnosis dengue, petugas kesehatan yang mengangani anda akan melakukan tes untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami sati dari kondisi ini.

Jika seseorang menderita penyakit dengue, perubahan paling awal yang dapat dilihat pada tes laboratorium yang dilakukan sebagai deteksi dini DBD adalah jumlah sel darah putih yang sedikit. Jumlah platelet yang sedikit dan asidosis metabolik juga merupakan tanda-tanda dengue. Jika seseorang terserang dengue parah, terdapat perubahan lainnya yang dapat dilihat jika darahnya diteliti. Penyakit dengue yang paling parah dapat menyebabkan cairan keluar dari aliran darah. Ini menyebabkan hemokonsentrasi (di mana terdapat lebih sedikit plasma – bagian yang cair dari darah – dan lebih banyak sel darah merah di dalam darah). Ini juga menyebabkan level albumin yang rendah di dalam darah.

Terkadang, dengue yang parah menyebabkan efusi pleura yang besar (cairan yang bocor menumpuk di sekitar paru-paru) atau asites (cairan menumpuk di abdomen). If these are large enough, a health care professional may notice them when he examines the person. Profesional pelayanan kesehatan dapat mendiagnosis shock dengue dari awal jika dia dapat menggunakan alat ultrasound medis untuk deteksi dini DBD dengan mendeteksi adanya cairan tersebut di dalam tubuh. Tetapi di beberapa wilayah di mana dengue adalah penyakit yang biasa menyerang, para profesional pelayanan kesehatan dan klinik tidak memiliki mesin ultrasound.

Pengobatan Penyakit Demam Berdarah

Pengobatan penyakit demam berdarah ini dapat dilakukan dengan cara yang tradisional :

Resep 1.

Bahan-bahan yang perlu disediakan :

  • 30 gram daun dewa
  • 600 cc air

Cara pembuatan ramuan :

  • Cuci daun dewa hingga bersih.
  • Rebus daun dewa dalam 600 cc air besih tunggu hingga mendidih.
  • Biarkan rebusan ramuan ini tetap mendidih sampai air tersisa 300 cc.
  • Minum ramuan ini selagi masih dalam keadaan hangat sebanyak 2 kali dalam sehari untuk obat DBD.

Resep 2.

Bahan-bahan yang perlu disediakan :

  • 30 gran daun patikon kebo
  • 400 cc air

Cara pembuatan ramuan :

  • Cuci daun patikon kebo hingga bersih.
  • Rebus dalah 400 cc air bersih hingga bendidih.
  • Biarkan tetap mendidih dan airnya tersisa 200cc.
  • Konsumsi ramuan ini selagi masih hangat sebanyak 3 kali sehari.

Resep 3. 

Menggunakan angkak yang direbus dengan ayam, sebagai sup ayam angkak

Angkak ini sudah lama digunakan sebagai salah satu bahan sup yang berasal dari Cina. Bahan yang harus anda sediakan untuk membuat sup ayam angkak adalah ayam, beras angkak, bawang putih, jahe, garam, lada, dan minyak wijen. Rebuslah ayam hingga keluar kaldunya, lalu tambahkan 1/2 hingga 1 sendok makan angkak yang sudah dicuci bersih. Jangan terlalu banyak menggunakan angkak dalam sup ayam angkak ini, karena akan menyebabkan sup yang anda masak menjadi terasa pahit. Berikan lada dan garam sebagai penambah rasa, lalu tumis bawang putih dengan minyak wijen dan masukkan ke dalam sup tersebut. Kemudian, sup ayam angkak siap dihidangkan.

Deteksi Dini DBD


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Demam Berdarah dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Demam Berdarah and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *