Gejala DBD

Demam adalah salah satu gejala DBD yang paling menonjol. Bentuk reaksi tubuh manusia terhadap keberadaan virus dengue dengan terjadinya netralisasi virus pada pembuluh darah kecil di kulit berupa gejala DBD seperti ruam (rash). Kemudian terjadi gangguan pada fungsi pembekuan darah sebagai akibat dari penurunan jumlah dan kualitas komponen-komponen beku darah yang menimbulkan manifestasi perdarahan. Terjadi kebocoran pada pembuluh draah yang mengakibatkan keluarnya komponen plasma atau cairan darah dari dalam pembuluh darah menuju rongga perut berupa gejala asites, dan rongga selaput paru berupa gejala efusi pleura. Jika tubuh manusia hanya memberi reaksi pertama dan kedua, orang itu akan menderita demam dengue.

Sementara, jika ketiga reaksi terjadi, orang itu akan mengalami gejala DBD dengue. Jika demam dengue terjadi, gejala yang timbul adalah rasa demam, suhu badan mencapai 39-40 derajat celcius, dan disertai dengan menggigil. Demam ini hanya berlangsung 5-7 hari.
Saat demam berakhir, sering kali dalam bentuk turun mendadak, disertai dengan banyak keringat, dan tubuh yang loyo. Kadang-kadang, dikenal istilah demam biphasik, yaitu demam yang berlangsung selama beberapa hari, sempat turun ditengahnya menjadi normal, lalu naik lagi dan turun lagi disaat penderita telah sembuh.

Timbulnya gejala panas akan segera disusul dengan timbulnya keluhan nyeri pada seluruh tubuh dan kadar trombosit darah menurun, bisa kurang dari 100.000/mm3.

Pada umumnya, yang dikeluhkan adalah nyeri otot, nyeri sendi, punggung, dan nola mata yang terasa sakit apabila di gerakkan.
Adanya gejala DBD seperti nyeri ini, masyarakat awam sering menyebutnya sebagai flu tulang. Setelah penderita sembuh, gejala-gejala nyeri pada seluruh tubuh juga akan hilang. Ruam yang dapat timbul pada saat awal panas (daerah muka, leher, dan dada memerah).
Ruam juga dapat timbul pada hari keempat setelah menderita sakit, berupa bercak-bercak merah kecil seperti bercak pada penyakit campak.
Kadang-kadang ruam yang seperti campak ini hanya timbul pada daerah tangan atau kaki saja sehingga memberi bentuk spesifik. Pada infeksi virus dengue apalagi pada bentuk klinis DBD dengue, selalu disertai dengan tanda perdarahan.
Hanya saja perdarahan ini tidak selalu didapat secara spontan oleh penderita. Bahkan sampai sebagian besar penderita, tanda ini baru muncul setelah di lakukan test tourniquet.

Bentuk-bentuk perdarahan spontan yang terjadi pada penderita demam dengue dapat berupa perdarahan kecil-kecil di kulit (petechiae), agak besar dikulit (echimosis), gusi, hidung, dan kadang-kadang dapat terjadi perdarahan masif yang dapat berkhir dengan kematian.
Pada anak-anak tertentu, jika menderita panas disertai dengan berdarah di hidung (epistaksis), hal itu dikenal sebagai habitual epitaksis, akibat kelainan sementara dari komponen beku darah yang disebabkan oleh segala bentuk infeksi dan tidak hanya oleh virus dengue.
Ada juga pada penderita lainnya, jika minum obat disaat panas akan disusul dengan terjadinya perdarahan di hidung yang menjadi gejala DBD.

Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue 

Demam berdarah dengue ini terjadi dalam 3 fase yang setiap fasenya membutuhkan Pencegahan Demam Berdarah Dengue yaitu :

1. Fase Demam

Fase demam, seorang penderita biasanya mengalami demam yang tinggi. Suhu badan dari penderita sering kali mencapai 40 derajat celcius. Pada fase ini penderita juga akan meradakan sakit yang umum dirasakan yaitu sakit kepala. Fase demam disebut juga dengan fase febrile yang biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Di fase ini lah pasien akan mengalami gejala DBDseperti ruam yang tampak seperti kulit normal ketika terkena sinar matahari yang terjadi di hari pertama dan kedua. Dan dihari ketiga hingga ketujuh ruam tersebut akan berubah seperti campak yang muncul seperti bintik merah kecil pada kulit dan tidak dapat hilang jika kulit ditekan. Bintik tersebut muncul akibat dari pembuluh kapiler yang pecah. Penderita mungkin akan mengalami pendarahan ringan melalui hidung dan mulut. Demam tersebut akan pulih atau berhenti dan akan terjadi kembali selama satu atau dua hari, namun pola ini dapat berbeda disetiap penderita.

2. Fase Kritis

Pada beberapa penderita setelah mengalami fase demam akan langsung berkembang ke fase kritis yang biasanya akan terjadi atau berlangsung selama 2 hari. Selama fase ini berlangsung cairan dapat menumpuk di dada karena ada pembuluh darah kecil yang bocor. Semakin lama cairan tersebut akan semakin banyak dan cairan akan berhenti untuk bersirkulasi yang menyebabkan organ vital dalam tubuh tidak mendapatkan suplai darah sebanyak biasanya. Apabila gejala DBD tersebut benar terjadi maka penderita akan mengalami pendarahan yang parah. Kurang dari 5% orang yang mengalami pendarahan parah, sindrom renjat, dan demam berdarah atau jenis demam berdarah yang lainnya atau infeksi sekunder, kemungkinan penderita akan mengalami masalah yang serius.

3. Fase Penyembuhan

Fase berikutnya adalah fase penyembuhan. Fase dimana cairan yang keluar dari pembuluh darah di ambil kembali ke dalam aliran darah yang biadanya akan berlangsung selama kurang lebih 2 hingga 3 hari. Penderita akan semakin pulih pada saat fase ini berlangsung namun mereka akan mengalami gejala demam berdarah gatal-gatal yang parah dan detak jantung yang lemah. Selama fase ini berlangsung pasien akan mengalami kelebihan cairan dan jika cairan tersebut mengenai otak dapat menyebabkan kejang atau perubahan derajat kesadaran. Perubahan derajat kesadaran adalah penderita yang fikirannya, kesadarannya, dan perilakunya tidak seperti biasanya.

Gejala DBD


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Demam Berdarah dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *